x

Dipercaya Bupati Sibral Malasyi, Muhammad Nur Hadapi Tantangan Pulihkan Pertanian Pidie Jaya Pascabanjir

waktu baca 4 menit
Senin, 12 Okt 2026 12:23 108 Muhammad Pijay

PIDIE JAYA, ACEH – Sikatkasus.com |  Banjir boleh merendam hamparan sawah, lumpur boleh menutupi tanah yang dahulu menghijau, tetapi harapan petani Pidie Jaya untuk kembali memetik hasil dari bumi mereka tak boleh ikut tenggelam. Di tengah upaya membangkitkan kembali sektor pertanian pascabencana, langkah adaptasi melalui budidaya jagung menjadi salah satu ikhtiar untuk menghidupkan lahan terdampak agar kembali produktif dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Kepercayaan untuk ikut mengawal upaya pemulihan tersebut berada di pundak Muhammad Nur, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya. Ia dipercaya oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., ME., untuk mengemban amanah di tengah tantangan pemulihan pertanian yang membutuhkan perhatian, perencanaan, dan kerja bersama. Penugasan ini menempatkan dinas terkait pada peran penting dalam mendukung petani agar mampu kembali mengolah lahan dan membangun harapan setelah bencana.

Banjir besar yang melanda kawasan tersebut meninggalkan persoalan bagi aktivitas pertanian. Sejumlah lahan persawahan terdampak endapan lumpur, sementara pematang dan saluran air di beberapa bagian membutuhkan penanganan agar dapat kembali berfungsi. Kondisi itu membuat petani harus menyesuaikan langkah dengan keadaan tanah yang berubah. Di balik hamparan yang sempat kehilangan wajah hijaunya, tersimpan kebutuhan mendesak untuk memulihkan mata pencaharian dan menjaga agar roda ekonomi keluarga petani tetap bergerak.

Di tengah kondisi tersebut, budidaya jagung menjadi salah satu alternatif pemanfaatan lahan terdampak. Peralihan komoditas dari padi ke jagung tidak sekadar mengubah jenis tanaman, tetapi juga menuntut penyesuaian dalam pengolahan tanah, pemilihan benih, pengaturan air, dan pemeliharaan tanaman. Keputusan budidaya perlu mempertimbangkan kondisi lahan serta rekomendasi teknis pertanian agar tanaman dapat tumbuh optimal. Dengan pendekatan yang tepat, lahan yang sebelumnya belum dapat dimanfaatkan seperti biasa berpeluang kembali menjadi sumber produksi bagi petani.

Bagi Muhammad Nur dan jajaran Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, tantangan pemulihan tidak berhenti ketika benih mulai ditanam. Pendampingan teknis, koordinasi dengan penyuluh, dukungan bagi kelompok tani, serta pemantauan pertumbuhan tanaman menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Petani juga membutuhkan informasi mengenai teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi tanah pascabanjir. Langkah-langkah tersebut diperlukan agar upaya menghidupkan kembali lahan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi proses pemulihan pertanian yang terarah dan berkelanjutan.

Kini, tanaman jagung yang mulai menghijau di lahan terdampak menghadirkan pemandangan yang menyimpan makna bagi masyarakat. Daun-daun muda yang tumbuh di antara tanah yang pernah diselimuti lumpur seolah menjadi gambaran keteguhan petani dalam menghadapi keadaan. Ada tenaga yang dicurahkan untuk mengolah tanah, ada waktu yang diberikan untuk merawat tanaman, dan ada harapan yang dititipkan pada setiap pertumbuhannya. Meski keberhasilan panen belum dapat dipastikan, tumbuhnya tanaman tersebut menjadi salah satu tahapan dalam usaha memanfaatkan kembali lahan pertanian yang terdampak bencana.

Ke depan, perhatian terhadap perkembangan tanaman dan kondisi lahan menjadi hal penting untuk melihat sejauh mana budidaya jagung dapat memberikan hasil. Pemerintah daerah bersama penyuluh dan kelompok tani perlu memastikan kebutuhan teknis dapat diidentifikasi, kendala budidaya ditangani, serta hasil produksi dievaluasi berdasarkan kondisi di lapangan. Apabila produktivitas dapat terjaga dan hasil panen memberikan nilai ekonomi yang memadai, alternatif ini berpotensi membantu petani mengurangi masa lahan tidak produktif. Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik lahan, ketersediaan air, dan kebutuhan pertanian setempat.

Kepercayaan Bupati Sibral Malasyi kepada Muhammad Nur sebagai Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan hadir di tengah pekerjaan besar untuk membangun kembali kekuatan pertanian Pidie Jaya. Amanah tersebut berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat, sebab pertanian bukan hanya tentang benih, tanah, dan panen, melainkan juga tentang penghasilan keluarga, aktivitas ekonomi desa, serta ketahanan pangan daerah. Karena itu, pemulihan membutuhkan sinergi pemerintah, tenaga penyuluh, kelompok tani, dan masyarakat agar setiap langkah yang ditempuh menjawab kebutuhan petani sekaligus memperhatikan keberlanjutan produksi.

Pada akhirnya, perjalanan dari sawah yang berlumpur menuju ladang jagung yang menghijau menjadi kisah tentang ketabahan manusia dalam merawat harapan. Bagi petani Pidie Jaya, setiap tanaman yang tumbuh membawa doa agar tanah kembali memberi kehidupan dan hari esok menghadirkan kesempatan yang lebih baik. Di tengah perjuangan tersebut, Muhammad Nur memikul amanah untuk ikut mengawal upaya pemulihan bersama seluruh unsur terkait. Sebab, membangkitkan pertanian bukan semata mengembalikan warna hijau di atas tanah, melainkan juga menumbuhkan kembali keyakinan bahwa setelah bencana, kehidupan dapat dirajut kembali melalui kerja keras, kebersamaan, dan harapan yang terus dijaga.

Pewarta : CM Cek Mad

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x