
PIDIE JAYA – Sikatkasus.com | Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., ME., mendorong percepatan pemulihan sektor pertanian yang terdampak banjir hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Pidie Jaya. Upaya tersebut dilakukan untuk mengembalikan produktivitas lahan sekaligus membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas ekonomi.

Bupati Pidie Jaya melalui Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya, Muhammad Nur, SP., M.Si., mengatakan sektor pertanian membutuhkan penanganan serius. Banjir menyebabkan kerusakan sejumlah jaringan irigasi dan meninggalkan endapan lumpur di lahan persawahan yang berdampak terhadap aktivitas petani.
Selain pertanian, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap pemulihan sektor kelautan dan perikanan. Rehabilitasi tambak dan kolam masyarakat serta dukungan sarana produksi berupa benih dan pakan diharapkan dapat membantu nelayan dan pembudidaya ikan kembali menjalankan usaha.
Muhammad Nur menjelaskan, endapan lumpur di lahan persawahan perlu segera ditangani agar lahan dapat kembali digunakan petani. Perbaikan jaringan irigasi juga dinilai mendesak untuk mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian masyarakat setelah terdampak banjir.

Untuk mempercepat proses pemulihan, Pemkab Pidie Jaya mengusulkan dukungan sekitar Rp150 miliar untuk rehabilitasi dan pencetakan lahan pertanian. Pemkab juga meminta tambahan alat berat karena satu unit ekskavator yang telah diberikan pemerintah pusat dinilai belum mencukupi untuk menangani endapan lumpur di sejumlah lokasi.
Langkah tersebut disampaikan saat Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Oriza Safitri serta sejumlah kepala OPD mendampingi tim pemerintah pusat meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (8/8/2026). Dalam rombongan tersebut turut hadir Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Menko Pangan RI, Dr. Prayudi Syamsuri, S.P., M.Si.
Tim pemerintah pusat meninjau langsung kondisi hunian sementara (huntara), lahan pertanian terdampak, tambak dan kolam masyarakat, pasar, UMKM serta potensi ekonomi kreatif. Rombongan sekitar 20 orang tersebut melibatkan unsur Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perdagangan serta Kementerian Ekonomi Kreatif.
Pemkab Pidie Jaya mendorong kajian cepat dan pemetaan terhadap lahan pertanian terdampak untuk menentukan areal yang masih memungkinkan direhabilitasi menjadi sawah. Sedangkan lahan yang tidak memungkinkan dikembalikan sebagai persawahan akan dikaji untuk alternatif pemanfaatan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi menegaskan pemulihan pascabanjir tidak hanya menyangkut pembersihan lahan dan perbaikan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak dapat kembali berproduksi dan memperoleh penghasilan. Pemkab Pidie Jaya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dunia usaha dan berbagai pihak terkait guna mempercepat rehabilitasi lahan serta pemulihan ekonomi masyarakat.

Tidak ada komentar