x

“AMPB Pulang Damai, DPR Beri Komitmen Kawal RUU Perampasan Aset”

waktu baca 3 menit
Kamis, 27 Agu 2026 10:27 137 Muhammad Pijay

JAKARTA — Gelombang massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang memadati kawasan Senayan sejak pagi, Kamis (27/8/2026), akhirnya mencair pada sore hari. Keputusan pulang diambil secara sukarela oleh para pendemo setelah pimpinan DPR RI membacakan secara resmi surat komitmen terkait kelanjutan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di hadapan ribuan peserta aksi.

Aksi yang berlangsung tertib dan penuh semangat ini menjadi salah satu momen krusial dalam perjuangan sipil mendorong kepastian hukum pemberantasan korupsi di Indonesia. Massa yang terdiri dari elemen masyarakat, akademisi, hingga aktivis antikorupsi itu datang membawa satu tuntutan lantang: RUU Perampasan Aset harus segera disahkan sebagai payung hukum yang kuat untuk memburu harta hasil kejahatan koruptor.

Momen Klimaks: Surat Dibacakan, Suasana Berubah

Ketegangan mulai meredup sekitar pukul 14.00 WIB ketika perwakilan pimpinan DPR RI naik ke atas kendaraan pengawal (rantis) yang disulap menjadi panggung darurat. Diiringi sorak-sorai dan raungan takbir dari massa, surat resmi yang memuat komitmen legislatif itu dibacakan dengan suara lantang.

Isi pokok surat tersebut menyatakan bahwa DPR RI berkomitmen untuk:

1. Memasukkan seluruh aspirasi publik sebagai bahan masukan utama dalam pembahasan tingkat pertama di Komisi III.
2. Menyelesaikan pembahasan RUU Perampasan Aset paling lambat pada masa sidang berikutnya (Oktober 2026).
3. Menjamin tidak ada pengurangan substansi penting dalam pasal-pasal yang mengatur pemblokiran hingga perampasan aset hasil tindak pidana tanpa menghilangkan hak pihak ketiga yang beritikad baik.

Begitu surat selesai dibacakan, teriakan “Setuju!” bergemuruh di sepanjang jalan protokol. Koordinator lapangan AMPB yang berorasi di atas panggung utama kemudian melakukan musyawarah singkat dengan para koordinator titik. Hanya berselang 15 menit, keputusan bulat diambil: massa memilih pulang.

Suasana Haru dan Lega di Tengah Gerimis

Setelah berjam-jam terik menyengat, hujan gerimis tipis mulai turun tepat saat rombongan pertama mulai berjalan mundur secara bertahap dari pagar besi DPR. Namun, hujan tak menyurutkan semangat. Beberapa massa terlihat saling berpelukan dan bersalaman, mengungkapkan rasa syukur karena tuntutan mereka mendapat respons nyata.

“Kami tidak pulang karena kalah, kami pulang karena DPR sudah menunjukkan itikad baik. Tapi ingat, ini baru komitmen di atas kertas. Mata kami akan tetap mengawal setiap sidang!” tegas salah satu orator AMPB melalui pengeras suara saat melepas massa.

Aparat kepolisian yang berjaga di sepanjang Jalan Gatot Subroto dan Jalan Asia Afrika pun ikut mengamankan prosesi kepulangan dengan memberikan jalur khusus bagi bus-bus rombongan. Tidak ada insiden berarti sepanjang pembubaran; suasana justru berubah hangat saat beberapa petugas terlihat membantu mengarahkan massa menyeberang dengan aman.

Apa Selanjutnya?

Meski surat komitmen telah menjadi “tiket” pulang bagi massa, AMPB menegaskan bahwa gerakan ini belum usai. Juru bicara aliansi menyatakan bahwa mereka akan membentuk tim pemantau khusus untuk menjadwalkan pertemuan rutin dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR setiap dua pekan sekali.

“Jika dalam waktu yang dijanjikan tidak ada progres berarti, kami tidak akan ragu untuk turun lagi. Ini bukan soal siapa yang menang, tapi soal masa depan anak cucu kita. Perampasan aset adalah senjata pamungkas untuk membuat koruptor ketakutan,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya aksi ini, publik kini menanti langkah kongkret DPR RI. Janji telah diucapkan, komitmen telah dibacakan. Kini tinggal implementasi yang menjadi taruhan kepercayaan rakyat kepada wakilnya di Senayan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x