
MEUREUDU – Sikatkasus.com | Dinginnya embun pagi di Masjid Tgk Chik Pante Geulima mendadak terasa hangat oleh kebersamaan yang terjalin, Selasa (25/8/2026). Seusai menunaikan salat subuh berjamaah yang khusyuk, Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., tidak terburu-buru pulang. Justru, ia menyapa hangat para jamaah yang masih duduk di sajadah, menandai dimulainya kegiatan Safari Subuh yang rutin digelar jajarannya.

Bukan sekadar kunjungan seremoni, momen ini diubah Kapolres menjadi ajang dialog interaktif yang intim. Dengan duduk lesehan beralas karpet merah masjid, AKBP Tendri Wardi mencairkan suasana bersama imam masjid, Keuchik Gampong, Tuha Peut, hingga tokoh-tokoh pemuda setempat. Para Pejabat Utama (PJU) Polres Pidie Jaya serta seluruh Kapolsek jajaran pun turut hadir membaur, menghilangkan sekat formal antara aparat penegak hukum dan masyarakat.
Dalam sambutannya yang ringan namun penuh makna, Kapolres menyampaikan bahwa masjid adalah benteng moral sekaligus pusat peradaban masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen untuk tidak tinggal diam terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
“Kami tidak mungkin bekerja sendirian. Mari jadikan masjid ini sebagai posko silaturahmi. Jika ada hal-hal ganjil di kampung, seperti peredaran narkoba di kalangan anak muda atau aksi pencurian yang mulai meresahkan, segera sampaikan kepada kami. Ini kampung kita bersama, mari kita jaga bersama,” ujar Kapolres dengan nada akrab.
Dialog yang berlangsung santai namun serius itu ternyata menyedot perhatian besar dari warga. Beberapa tokoh masyarakat pun aktif bertanya, mulai dari keluhan soal prosedur pengurusan surat keterangan yang lebih cepat, hingga usulan penambahan patroli di titik-titik rawan menjelang tengah malam. Kapolres pun menjawab satu per satu dengan gamblang, bahkan sesekali mencatat poin-poin penting yang disampaikan warga.
Kapolres menegaskan bahwa Safari Subuh ini adalah komitmen nyata Polres Pidie Jaya untuk hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada keributan atau kecelakaan. “Kami ingin hadir dalam suka dan duka warga. Keamanan adalah tanggung jawab kolektif. Dengan komunikasi yang kuat antara aparat dan warga, setiap potensi ancaman bisa kita cegah lebih dini,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga matahari mulai naik itu ditutup dengan sesi foto bersama dan jabat tangan erat antara personel kepolisian dan jamaah. Senyum ramah terpancar dari wajah para warga yang merasa didengarkan oleh aparat negaranya. Semangat pagi itu diharapkan menjadi cermin kolaborasi yang terus hidup, menjaga Kabupaten Pidie Jaya tetap aman, damai, dan kondusif di bawah naungan sinergi yang kokoh antara Polri dan rakyat.
Pewarta: CM Cek Mad

Tidak ada komentar