x

Gotong Royong Jangka Buya, Lubang Jalan Ditambal Cegah Kecelakaan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 22 Agu 2026 07:46 23 Muhammad Pijay

MEUREUDU — Sikatkasus | Hujan deras beberapa hari terakhir menyisakan kerusakan di ruas Jalan Jangka Buya–Ulee Gle, tepatnya di kawasan Gampong Reului Mangat. Jalan yang selama ini menjadi akses vital warga itu berubah menjadi medan penghalang. Lubang-lubang menganga sedalam hingga 20 sentimeter tersebar di beberapa titik, membuat pengendara roda dua limbung dan mobil-mobil berukuran kecil kesulitan bermanuver.

Kekhawatiran warga memuncak ketika dua hari lalu seorang ibu-ibu nyaris terjatuh dari sepeda motor akibat terserempet pinggir aspal yang ambles. Suara decit ban dan cipratan air kotor dari genangan lubang menjadi pemandangan rutin yang meresahkan. Namun, Sabtu (22/8/2026) pagi, keresahan itu perlahan sirna. Sebuah aksi nyata lahir dari sinergi antara aparat kepolisian dan generasi muda setempat.

Bhabinkamtibmas Polsek Jangka Buya, AIPDA Sufriadi, S.H., bersama puluhan pemuda Gampong Reului kompak turun tangan. Tidak menunggu perbaikan dari dinas terkait, mereka bergotong royong mengadakan perbaikan jalan secara swadaya. Dengan semangat kebersamaan, mereka mengerahkan truk angkut untuk membawa material batu bata, pasir, dan sak semen yang dibeli dari uang kas gotong royong serta donasi spontan warga sekitar.

Proses perbaikan berlangsung dari pagi hingga siang hari di bawah terik matahari. AIPDA Sufriadi tak hanya mengawasi, tetapi turun langsung mengacir semen dan menyusun batu bata di dasar lubang bersama para pemuda. “Kami tidak bisa tinggal diam. Jalan ini adalah urat nadi warga. Jika menunggu prosedur birokrasi, bisa berhari-hari lagi rawan celaka. Daripada korban bertambah, lebih baik kami gerak dulu,” ujar AIPDA Sufriadi sambil mengusap keringat di dahinya.

Ketua Pemuda Gampong Reului, Faisal Anwar, menyambut antusias inisiatif tersebut. Menurutnya, keterlibatan Bhabinkamtibmas langsung di lapangan memberikan semangat tersendiri. “Kehadiran pak polisi di tengah kami bukan cuma untuk razia, tapi benar-benar untuk memecahkan masalah warga. Ini teladan yang luar biasa. Kami bawa cangkul dan sekop, beliau bawa ide dan semangat. Hasilnya jalan yang tadinya menakutkan sekarang mulai rata,” tuturnya penuh syukur.

Setelah lubang-lubang besar dipadatkan dengan susunan batu bata, permukaan jalan kemudian diperkuat dengan pengecoran semen. Mereka memastikan area yang diperbaiki dibiarkan mengeras dan diberi tanda darurat agar tidak dilalui kendaraan sebelum benar-benar kering, sehingga hasil perbaikan menjadi awet dan tahan lama.

Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., saat dikonfirmasi mengapresiasi langkah terobosan yang dilakukan oleh personelnya bersama masyarakat. Ia menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas adalah mitra masyarakat di setiap pelosok. “Kami terus mendorong personel untuk tidak hanya menjadi penegak hukum, tetapi juga pemecah masalah sosial. Aksi gotong royong seperti ini adalah bukti nyata bahwa Polri hadir untuk melindungi dan mengayomi dengan cara yang humanis dan konkret. Ini luar biasa, kepedulian kecil yang memberikan manfaat besar bagi keselamatan lalu lintas,” puji AKBP Tendri.

Kini, pengguna jalan yang melintas di Gampong Reului Mangat bisa bernapas lebih lega. Meski masih menunggu perbaikan permanen dari pemerintah daerah, setidaknya aksi darurat ini telah meminimalisir risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan. Warga berharap semangat gotong royong ini menjadi cerminan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan perubahan kecil bisa dimulai dari tangan-tangan peduli yang siap turun ke jalan. (CM Cek Mad)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x