
MEUREUDU – Sikatkasus.com | Sinar matahari pagi menyinari Gampong Rhing Krueng, Kecamatan Meureudu, dengan kehangatan yang istimewa, Selasa (25/8/2026). Di sepetak tanah yang masih ditumbuhi rerumputan, berkumpul sejumlah tokoh penting dan warga sekitar. Mereka bukan sekadar hadir untuk seremonial, melainkan menjadi saksi bisu dari sebuah gerakan kemanusiaan yang nyata: peletakan batu pertama pembangunan rumah bagi seorang mualaf bernama Beni Marhanes.

Momen bersejarah itu dipimpin langsung oleh dua tokoh sentral. Tampak hadir Ketua Barisan Muda Umat (BMU) Pusat, Tgk. Muhammad Yusuf yang akrab disapa Abiya Jeunib, didampingi oleh Ketua BMU Kabupaten Pidie Jaya yang juga menjabat sebagai Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., ME. Keduanya kompak mencangkulkan sekop pertama ke tanah, menandai dimulainya pembangunan hunian layak bagi Beni dan istrinya yang telah memeluk agama Islam.
Hadir juga beberapa Kepala Dinas dan pengurus BMU baik pusat maupun Pengurus BMU Pidie Jaya Tgk. Zainuddin MZ sekretaris BMU pusat, Waled Meuraksa PLT Ketua Harian BMU Pidie Jaya selaku penanggung jawab Pembangunan rumah Muallaf tersebut.
Dalam suasana penuh haru dan kekeluargaan itu, Bupati Sibral Malasyi yang juga menjabat sebagai Ketua BMU Pidie Jaya menyampaikan amanatnya dengan lugas. Baginya, memasukkan seseorang ke dalam agama Islam hanyalah awal dari sebuah perjalanan panjang. Puncak dari dakwah adalah bagaimana umat mampu memastikan saudara baru mereka itu merasakan keadilan, kasih sayang, dan kehidupan yang bermartabat.

“Mualaf adalah saudara kita seiman. Tanggung jawab kita tidak berhenti saat mereka mengucapkan dua kalimat syahadat. Kita wajib merangkul, mendampingi, dan memastikan mereka memiliki tempat tinggal yang layak. Hari ini, kita wujudkan itu untuk Beni,” ujar Sibral dengan suara lantang yang menggema di antara para hadirin.
Abiya Jeunib selaku Ketua BMU Pusat turut menambahkan bahwa pembangunan rumah ini adalah wujud nyata keberpihakan organisasi kepada kelompok rentan yang membutuhkan uluran tangan. “Kami tidak ingin dakwah hanya berbicara di atas mimbar. Ini adalah dakwah bil hal, dakwah dengan tindakan. Semoga rumah ini menjadi tempat berkah bagi Beni untuk membangun masa depan yang lebih cerah,” tuturnya.
Kehadiran aparatur gampong dan tokoh masyarakat setempat menambah semarak acara. Mereka menyambut baik inisiatif BMU yang dinilai mampu menyentuh langsung akar persoalan sosial. Bagi warga Rhing Krueng, bantuan ini bukan sekadar fisik bangunan, melainkan simbol bahwa persaudaraan Islam benar-benar hidup di tengah-tengah mereka.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi penghormatan kepada almarhum Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop), pendiri BMU yang dikenal sebagai sosok perangkul umat. Semangat Tu Sop untuk tidak pernah meninggalkan siapa pun di belakang tampaknya diwarisi kuat oleh para penerusnya. Dengan diletakkannya batu pertama rumah Beni, estafet perjuangan kemanusiaan itu terus berlanjut.
Kepada pewarta CM Cek Mad, Beni Marhanes yang tampak sederhana hanya mampu tersenyum haru di sela-sela keramaian. Meski belum sempat berbicara panjang, raut wajahnya memancarkan rasa syukur yang mendalam. Rumah yang akan berdiri di atas tanah tersebut yang dihuninya sekeluarga sebanyak 5 ditambah 2 anak yatim kelak diharapkan menjadi tempat teduh baginya untuk memulai lembaran baru kehidupan sebagai bagian dari masyarakat Pidie Jaya yang rukun dan damai.
Pewarta CM Cek Mad

Tidak ada komentar