
MEUREUDU – Sikakasus.com | Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan menyelimuti Aula Bappeda Pidie Jaya pada Senin malam (7/9/2026). Di ruang yang menjadi saksi bisu perjalanan birokrasi daerah itu, tongkat estafet kepemimpinan organisasi intelektual terbesar di kalangan muslim Indonesia resmi berpindah tangan. Dr. Munawar Ibrahim secara aklamasi dilantik sebagai Ketua Majelis Pengurus Daerah (MPD) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Pidie Jaya untuk masa bakti 2026–2031.

Pelantikan yang berlangsung dengan protokol sederhana namun bermakna ini dilakukan langsung oleh Ketua ICMI Provinsi Aceh, Dr. Taqwaddin Husin, SJ, SE, MS. Kehadiran sang Ketua Provinsi di tengah-tengah pengurus daerah menandakan betapa pentingnya penguatan basis intelektual di wilayah Pidie Jaya, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kantong pendidikan dan agama di pesisir timur Aceh.
Solidaritas Pengurus di Balik Kesuksesan Acara
Di balik gemerlapnya jalannya acara, terdapat cerita gotong-royong yang menghangatkan. Panitia Pelaksana yang dikomandoi oleh Teuku Syakur, S.Pd, mengungkapkan bahwa seluruh biaya operasional pelantikan tidak berasal dari kas pemerintah atau sponsor eksternal, melainkan murni dari solidaritas dan kocek pribadi para pengurus ICMI itu sendiri. “Ini adalah bukti nyata bahwa kebersamaan kami tidak dibangun di atas proyek, tetapi di atas ikatan keimanan dan kecintaan terhadap kemajuan daerah,” ujar Teuku Syakur.

Pesan Taqwaddin: Jaga Soliditas Internal, Bukan Sekadar Menunggu Pejabat
Dalam sambutannya yang mengalir penuh filosofi, Dr. Taqwaddin Husin mengawali dengan sebuah catatan penting. Ia meminta seluruh pengurus untuk tidak berkecil hati atau merasa kehilangan arah meskipun Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya berhalangan hadir pada malam itu. “Kehadiran pejabat itu sifatnya pelengkap. Yang utama adalah bagaimana kita di dalam sini solid. Jika tubuh kita sudah kuat, angin dari luar tidak akan menggoyahkan kita,” tegasnya dengan nada optimis.
Lebih lanjut, Taqwaddin yang juga menjabat sebagai Hakim Tinggi Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi itu merumuskan tiga pilar utama dalam menggerakkan organisasi ke depan: Komunikasi, Konsultasi, dan Koordinasi. Menurutnya, jika tiga pilar ini telah terpatri dalam budaya kerja pengurus, maka seluruh program dan agenda besar ICMI akan berjalan seperti aliran air yang deras. “Kalau tiga hal ini sudah lancar, yang lain tinggal ikut saja. Tidak akan ada hambatan birokrasi di internal kita,” tandasnya.
Kemapanan sebagai Modal Sosial, Bukan Sekadar Prestise Pribadi
Menggugah kesadaran para kader, Taqwaddin menyoroti fakta bahwa pengurus ICMI Pidie Jaya mayoritas adalah orang-orang yang telah mapan, baik secara kapasitas keilmuan maupun ekonomi. Namun, ia mengingatkan bahwa kemapanan tersebut jangan sampai menjadikan organisasi ini statis. Justru, modal besar itu harus ditransformasikan menjadi energi intelektual dan sosial yang mampu menyentuh kepentingan masyarakat akar rumput.
“Kita tidak sedang mencari jabatan di sini. Kita sedang membangun peradaban. Pidie Jaya butuh sumbang pikir, bukan sumbang kursi,” ujar dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala tersebut dengan penuh penekanan.
ICMI adalah Mitra Intelektual, Bukan Underbow atau Oposisi
Salah satu poin krusial yang menjadi pembeda ICMI dengan organisasi lainnya adalah posisinya yang independen namun konstruktif. Taqwaddin dengan tegas menyatakan bahwa ICMI bukanlah “underbow” (bawahan) pemerintah, tetapi juga bukan oposisi yang hanya pandai mengkritik tanpa solusi. “Kami adalah mitra intelektual. Pemerintah sedang melangkah, kami akan berjalan di sampingnya untuk memberikan gagasan, dan jika ada jalan yang terjal, kami sampaikan kritik yang membangun,” jelasnya.
Ia juga membuka ruang demokrasi selebar-lebarnya di internal ICMI. Menurut Taqwaddin, jabatan ketua di masa depan tidak harus selalu diduduki oleh seorang pejabat struktural atau birokrat. “Setiap kader memiliki hak dan peluang yang sama untuk memimpin ICMI Pidie Jaya, asalkan memiliki kapasitas, integritas, dan semangat pengabdian,” tambahnya.
Harapan untuk Pidie Jaya yang Lebih Berdaya Saing
Mengakhiri sambutannya, Taqwaddin menyampaikan harapan besar kepada kepengurusan baru. Di bawah komando Dr. Munawar Ibrahim, ia ingin ICMI Pidie Jaya menjelma menjadi “rumah besar” bagi lahirnya gagasan-gagasan cerdas yang mampu mendorong Kabupaten Pidie Jaya keluar dari zona nyaman menuju daerah yang maju, bermartabat, dan berdaya saing di kancah regional.
“Selamat bertugas kepada Ketua dan seluruh pengurus. Bawalah amanah ini dengan sebaik-baiknya. Jadikan ilmu kita sebagai cahaya, bukan sekadar hiasan. Pidie Jaya menanti karya nyata dari para cendekiawannya,” pungkas Taqwaddin disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta.
Pewarta: CM Cek

Tidak ada komentar