
Pidie Jaya — Sikatkasus.com | Suara merdu lantunan likee kembali menghiasi langit Pidie Jaya, membawa nuansa religius yang menyentuh setiap relung jiwa masyarakat. Di tengah hiruk-pikuk modernisasi yang kian menggurita, tradisi turun-temurun ini tetap kokoh berdiri, salah satunya berkat dedikasi Grup Zikir Iskandar Muda Kuta Batee dari Kecamatan Meureudu.

—
Syair Islami yang Menembus Batas Zaman
Setiap kali lantunan likee dikumandangkan, suasana berubah menjadi lebih khusyuk. Bukan sekadar alunan musik, likee adalah media dakwah yang menyampaikan pesan-pesan keislaman melalui syair-syair puitis. Grup yang dipimpin empat Syeh Likee—Tgk. Syauqani, Tgk. Rusdi, Tgk. Mukti, dan Tgk. Fuad—ini tampil dengan harmoni sempurna, menciptakan irama khas yang sulit dilupakan.

“Likee bukan sekadar seni, ini adalah napas dakwah kami,” ujar Tgk. Syauqani saat ditemui di sela-sela acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. “Setiap syair yang kami lantunkan adalah ungkapan cinta kepada Rasulullah, pengingat akan akhlak mulia beliau yang patut kita teladani.”
Keempat Syeh Likee ini tampil kompak bak satu jiwa. Satu memimpin lantunan, yang lain merespons dengan harmoni yang saling mengisi. Penonton pun terbawa dalam suasana spiritual yang mendalam—ada yang meneteskan air mata, ada pula yang larut dalam zikir.
Regenerasi: Anak-Anak Mewarisi Tradisi
Yang membedakan Grup Zikir Iskandar Muda Kuta Batee dari grup lainnya adalah komitmen mereka terhadap regenerasi. Di setiap kesempatan, anak-anak dari MIN, MTsN, dan sekolah sederajat dilibatkan secara aktif. Mereka bukan hanya penonton, melainkan bagian dari pertunjukan itu sendiri.
“Kami sadar, tradisi ini harus terus hidup. Dan cara terbaik adalah dengan mengenalkannya sejak dini,” jelas Tgk. Rusdi, salah satu Syeh Likee. “Ketika anak-anak ikut bernyanyi, menari, dan merasakan sendiri keindahan likee, mereka akan tumbuh dengan rasa cinta terhadap budaya mereka sendiri.”
Kehadiran penari likee cilik atau yang akrab disebut Dawil menambah semarak setiap acara. Dengan gerakan ceria dan senyum polos, bocah-bocah ini menjadi magnet yang menarik perhatian. Mereka menari dengan semangat, seolah ingin mengatakan bahwa tradisi leluhur tetap relevan untuk generasi masa kini.
Lebih dari Sekadar Penampilan
Bagi Grup Zikir Iskandar Muda Kuta Batee, setiap penampilan adalah bentuk pengabdian. Mereka hadir bukan hanya di peringatan Maulid, tetapi juga di berbagai kegiatan masyarakat seperti pesta pernikahan, walimatul khitan, hingga acara keagamaan lainnya.
Dengan busana serba hijau yang rapi, para anggota grup tampil penuh percaya diri. Warna hijau yang mereka pilih bukan tanpa makna—ini adalah simbol kesejukan, kedamaian, dan semangat keislaman yang mereka usung.
“Kami siap melayani Anda dalam berbagai acara,” kata Tgk. Mukti dengan senyum ramah. “Bagi kami, setiap undangan adalah amanah. Kami akan memberikan yang terbaik, menyesuaikan dengan suasana acara, apakah itu suasana syukur atau duka.”
Likee, Napas Budaya Aceh yang Tak Pernah Padam
Di tengah gempuran budaya asing yang kian masif, kehadiran Grup Zikir Iskandar Muda Kuta Batee menjadi oase yang menyegarkan. Mereka membuktikan bahwa tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan. Likee bukanlah peninggalan masa lalu yang usang, melainkan warisan hidup yang terus berkembang.
“Dulu, nenek moyang kami menggunakan likee sebagai media dakwah. Sekarang, kami meneruskan itu dengan cara yang lebih segar, melibatkan anak-anak, dan tetap memegang teguh nilai-nilai Islam,” tutur Tgk. Fuad, Syeh Likee termuda di grup tersebut.
Antusiasme masyarakat Pidie Jaya terhadap penampilan mereka juga menjadi bukti bahwa tradisi ini masih sangat dirindukan. Dalam setiap acara, jamaah dan tamu undangan selalu menyambut dengan antusias, bahkan tak jarang ikut larut dalam zikir dan syair yang dilantunkan.
Merawat Warisan untuk Masa Depan
Perjalanan Grup Zikir Iskandar Muda Kuta Batee adalah cermin bagaimana sebuah komunitas bisa menjadi garda terdepan pelestarian budaya. Mereka tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga mengemasnya ulang agar tetap menarik bagi generasi muda.
Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan pada agama serta budaya, mereka bertekad untuk terus berkarya. Lantunan likee akan terus menggema, membawa pesan cinta kepada Rasulullah, mengajak pada kebaikan, dan merawat identitas Aceh yang kaya akan nilai-nilai luhur.
“Kami berharap, suatu saat nanti, anak-anak yang sekarang ikut menari dan bernyanyi bersama kami akan menjadi penerus yang lebih baik lagi,” pungkas Tgk. Syauqani dengan mata berbinar. “Itulah harapan kami—likee tidak pernah berhenti menggema dari generasi ke generasi.”
Kontak: Grup Zikir Iskandar Muda Kuta Batee siap hadir di berbagai acara masyarakat. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi koordinator grup melalui kantor desa Kuta Batee, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya
Pewarta: CM Cek Mad

Tidak ada komentar