x

Empat Gampong Berebut Tiket Partai Puncak

waktu baca 3 menit
Minggu, 16 Agu 2026 14:02 197 Muhammad Pijay

MEUREUDU – Sikatkasus.com | Gemuruh sorak sorai masyarakat Meureudu menggema di Lapangan Mini Kota Meureudu, Minggu (16/8/2026). Ribuan pasang mata tertuju pada arena tarik tambang antar-gampong yang memasuki babak krusial. Empat tim terbaik kini bersiap adu kekuatan di semifinal, memperebutkan dua tiket menuju partai puncak perayaan HUT Republik Indonesia ke-81.

Perlombaan yang digelar sejak pagi ini diikuti oleh belasan gampong se-Kecamatan Meureudu. Setiap tarikan tali tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga membakar semangat persatuan. Para peserta dari berbagai gampong tampil dengan kostum khas masing-masing, menghiasi lapangan dengan warna-warni kebanggaan.

Babak Semifinal: Duel Sengit Empat Gampong

Berdasarkan jadwal yang dirilis panitia, babak semifinal akan berlangsung pada Senin (17/8/2026) pukul 14.00 WIB di lokasi yang sama. Berikut empat gampong yang berhasil melaju ke semifinal:

Pertandingan Gampong 1 Gampong 2
Semifinal 1 Meunasah Lhok Rhing Blang
Semifinal 2 Beurawang Manyang Cut

Laga pertama mempertemukan dua kekuatan seimbang. Gampong Meunasah Lhok yang dikenal dengan kekompakan regunya akan menghadapi Gampong Rhing Blang yang mengandalkan tenaga fisik mumpuni. Sementara di sisi lain, Gampong Beurawang yang sebelumnya tampil dominan di babak penyisihan akan diuji oleh Gampong Manyang Cut yang memiliki teknik tarikan terbaik.

Semarak HUT RI Ke-81, Kebersamaan di Atas Segalanya

Camat Meureudu, Syukrimiadi, S.Sos., M.M., yang hadir bersama unsur Muspika Kecamatan Meureudu, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat. “Perlombaan ini bukan sekadar ajang adu kekuatan. Ini adalah momentum kita semua untuk bersatu, bergotong royong, dan mempererat silaturahmi antargampong. Saya bangga melihat semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Meureudu,” ujarnya di sela-sela acara.

Forum Keuchik Kecamatan Meureudu yang diketuai Dedy Khusnaedy, S.H., turut memberikan dukungan penuh. Seluruh keuchik dari setiap gampong hadir mendampingi tim masing-masing, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat meski di tengah persaingan.

Sportivitas dan Antusiasme Masyarakat

Suasana lapangan semakin hidup dengan dukungan masyarakat yang memadati area sekitar. Anak-anak, remaja, hingga orang tua larut dalam euforia. Setiap kali tali bergerak mendekati garis kemenangan, sorak-sorai menggema, menambah adrenalin para peserta.

Untuk menjamin pertandingan berjalan tertib dan sportif, panitia menunjuk tiga wasit berpengalaman, yaitu Rizal Fahlevi, Taufiq, dan Roky Saputra. Ketiganya bertugas memastikan setiap tarikan sesuai aturan, mulai dari posisi awal hingga detik akhir pertandingan.

Rizal Fahlevi, salah satu wasit, menjelaskan, “Kami menerapkan aturan ketat. Jika ada tim yang melakukan pelanggaran seperti menarik sebelum peluit atau posisi kaki melewati batas, maka tim lawan akan diberi keuntungan. Tujuan kami adalah memastikan pemenang benar-benar layak dan sportif.”

Final Antar Kemukiman: Puncak Kemeriahan

Yang paling dinantikan, pemenang dari kedua laga semifinal ini akan bertemu di partai final yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (18/8/2026). Puncak acara ini akan mempertemukan juara dari Kemukiman Merdu Dalam melawan Kemukiman Mayang. Pertarungan antar-kemukiman ini dipastikan akan menjadi klimaks yang mendebarkan.

“Besok kita saksikan final antar Kemukiman. Ini adalah puncak dari seluruh rangkaian perlombaan. Saya yakin masyarakat akan kembali membanjiri lapangan untuk mendukung kemukiman masing-masing,” ujar Dedy Khusnaedy, S.H., Ketua Forum Keuchik.

Sponsor dan Harapan ke Depan

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Maar Motor sebagai sponsor utama. Kehadiran sponsor menunjukkan bahwa perlombaan tradisional seperti tarik tambang masih memiliki tempat di hati masyarakat dan dunia usaha.

Lebih dari sekadar mencari juara, tarik tambang ini menjadi simbol semangat gotong royong yang telah mengakar kuat di masyarakat Meureudu. Nilai-nilai persaudaraan, sportivitas, dan kebersamaan terus dijaga, menjadikan momen HUT RI ke-81 tahun ini begitu istimewa.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Ini adalah warisan budaya yang harus kita lestarikan,” tutup Camat Syukrimiadi.

Pewarta: CM Cek Mad

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x