x

Irigasi Di Meureudu Mulai Normal, Petani Tiga Kecamatan Lega

waktu baca 3 menit
Senin, 10 Agu 2026 13:53 20 Muhammad Pijay

Pidie Jaya – Kabar menggembirakan datang dari areal persawahan Pidie Jaya. Menindaklanjuti instruksi tegas Bupati Sibral Malasyi, Plt. Kepala Dinas Pertanian Pidie Jaya, Muhammad Nur, SP., M.Si., langsung turun ke lapangan pada Senin (10/8/2026) untuk memastikan aliran irigasi D.I. Meureudu yang selama beberapa waktu terakhir menjadi keluhan utama para petani segera pulih.

Saluran irigasi yang menjadi urat nadi pengairan bagi ribuan hektar sawah di tiga kecamatan—Meurah Dua, Ulim, dan Meureudu—ini sempat mengalami gangguan aliran yang mengancam masa tanam. Namun, berkat kerja cepat dan penanganan darurat di lapangan, aliran air kini mulai kembali mengalir meskipun secara bertahap.

Dalam pemantauannya, Muhammad Nur menemukan bahwa aliran bagian kanan D.I. Meureudu telah berhasil ditanggulangi secara manual dengan metode darurat. Hasilnya, wilayah persawahan di Kecamatan Meurah Dua dan Ulim yang sebelumnya mulai mengering, kini kembali mendapatkan pasokan air segar. Para petani di dua kecamatan itu pun mulai bernapas lega dan dapat melanjutkan aktivitas pengolahan lahan.

Namun, perjuangan belum usai. Aliran bagian kiri yang menjadi sumber kehidupan bagi sawah-sawah di Kecamatan Meureudu masih dalam proses pengerjaan intensif. Petugas teknis terus berjibaku di lapangan, bahu-membahu memperbaiki saluran agar air segera dapat dialirkan ke wilayah tersebut. Muhammad Nur memastikan bahwa penanganan bagian kiri ini menjadi prioritas utama berikutnya.

Poin krusial lainnya terpantau di kawasan Blang Awee. Di lokasi ini, debit air terlihat melimpah dan sedang dalam proses dialirkan menuju Manyang Lancok dan Manyang Cut. Menariknya, aliran air dari Blang Awee ini diperkirakan membutuhkan waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam untuk bisa tiba dan masuk ke kawasan Kota Meureudu. Bayangkan, perjalanan air sepanjang kanal ini bagaikan “balapan melawan waktu” untuk segera menyelamatkan ribuan rumpun padi di ujung saluran.

Untuk memastikan distribusi air berjalan lancar tanpa hambatan, Muhammad Nur menegaskan bahwa pihaknya akan kembali melakukan pemantauan ketat pada Selasa pagi (11/8/2026). Pengecekan ulang ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan debit air dan memastikan tidak ada penyumbatan baru di sepanjang saluran. “Kami akan pantau lagi besok pagi untuk memastikan air benar-benar mengalir optimal sampai ke titik terjauh,” ujar Muhammad Nur di sela-sela peninjauan.

Penanganan secara manual dan darurat yang dilakukan saat ini merupakan langkah cepat untuk memulihkan sistem irigasi sebelum dampak kekeringan meluas. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Dinas Pertanian berkomitmen penuh untuk memastikan D.I. Meureudu dapat kembali normal secara bertahap.

Dengan pulihnya aliran irigasi ini, diharapkan seluruh kebutuhan pengairan untuk lahan pertanian di Meurah Dua, Ulim, dan Meureudu dapat terpenuhi dengan baik. Aktivitas pertanian pun diharapkan kembali bergeliat, menjaga stok pangan daerah tetap aman dan para petani tetap tersenyum menyambut musim panen mendatang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x