
MEURAH DUA — Sikatkasus.com | Ada momen mengharukan di balik kunjungan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si, ke kampung halaman leluhurnya di Gampong Lueng Bimba, Kecamatan Meurah Dua, Selasa (19/8/2026). Selain silaturahmi yang sarat emosi, ada satu tindakan sederhana namun bermakna yang membuat warga dan perangkat gampong takjub: sang jenderal memilih berjalan kaki sejauh 250 meter dari SDN 5 Meurah Dua menuju Meunasah Gampong.

Keputusan Dedy Tabrani untuk berjalan kaki itu menjadi momen emas bagi Keuchik Gampong Lueng Bimba, Muhammad Ikhsan, S.TP, untuk berdiskusi langsung dengan putra kampung yang kini berpangkat jenderal bintang satu tersebut. Meski baru pertama kali bertemu, keduanya langsung terlibat percakapan yang hangat dan penuh makna.
Keuchik: “Saya Sangat Terharu dengan Sikap Pak Dedy”
Dalam perbincangannya dengan Cek Mad dari media ini, Rabu (19/8/2026), Keuchik Muhammad Ikhsan mengungkapkan kekagumannya terhadap sikap dan perilaku Dedy Tabrani. Menurutnya, meski menyandang pangkat tinggi sebagai perwira tinggi Polri, Dedy Tabrani menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa.

“Saya sebagai pimpinan gampong sangat terharu atas sikap dan perilaku Bapak Dedy dalam menyapa warga. Beliau tidak sungkan menyapa satu per satu, termasuk keluarga dekatnya dari leluhur pihak kakek. Ini adalah teladan yang luar biasa,” ujar Keuchik Ikhsan dengan mata berkaca-kaca.
Ia menambahkan, kedatangan Dedy Tabrani bukan sekadar kunjungan seremonial. Sang jenderal benar-benar ingin merasakan atmosfer kampung halaman leluhurnya dan melihat langsung kondisi masyarakat.
250 Meter Berjalan Kaki, Diskusi Hangat di Tengah Jalan
Keputusan Dedy Tabrani untuk berjalan kaki dari SDN 5 Meurah Dua menuju Meunasah Gampong Lueng Bimba—jarak sekitar 250 meter—menjadi momen yang tak terlupakan bagi Keuchik Ikhsan. Di sepanjang perjalanan itu, keduanya terlibat diskusi santai namun sarat informasi.
“Meski baru kali pertama bersua, Pak Dedy sangat terbuka. Saya bisa langsung bercerita tentang kondisi gampong kami. Beliau mendengarkan dengan seksama sambil sesekali bertanya,” kenang Keuchik Ikhsan.
Dalam perjalanan tersebut, Keuchik Ikhsan menceritakan berbagai hal tentang Gampong Lueng Bimba—mulai dari sejarah, kondisi sosial masyarakat, hingga tantangan yang dihadapi pascabencana. Sementara itu, Dedy Tabrani terlihat aktif mengamati setiap sudut gampong yang dilalui.
Melihat Langsung Luka Gampong: Sawah, Pekarangan, dan Tambak yang Rusak Total
Yang membuat perjalanan kaki itu semakin bermakna adalah kesempatan bagi Dedy Tabrani untuk melihat secara langsung kondisi Gampong Lueng Bimba pasca bencana banjir bandang yang melanda tahun lalu. Dengan mata kepalanya sendiri, sang jenderal menyaksikan:
· Sawah-sawah yang masih dipenuhi endapan lumpur
· Pekarangan rumah warga yang rusak diterjang air
· Tambak-tambak yang hancur total, menjadi sumber mata pencaharian utama warga
“Pak Dedy melihat sendiri kondisi kami. Sawah yang dulu hijau kini rusak, tambak-tambak yang menjadi penghidupan warga lumpuh total. Beliau terlihat terenyuh melihat keadaan itu,” tutur Keuchik Ikhsan.
Keuchik menjelaskan bahwa sebagian besar warga Gampong Lueng Bimba menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perikanan. Namun, bencana banjir bandang telah melumpuhkan kedua sektor tersebut, membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Rombongan Lengkap: Muspika hingga BNNK
Sepanjang perjalanan kaki yang penuh makna tersebut, Keuchik Ikhsan tidak sendirian. Ia beriringan dengan:
· Para Muspika Kecamatan Meurah Dua yang turut mendampingi
· PLH Kepala BNNK Pidie Jaya, Bapak Fakhri
· Rombongan dari Provinsi Aceh yang menyertai kunjungan Dedy Tabrani
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan betapa istimewanya momen pulang kampung tersebut. Namun, yang paling menyita perhatian tetap sosok Dedy Tabrani yang memilih berjalan berdampingan dengan warga, tanpa jarak dan sekat birokrasi.
“Beliau tidak memilih kendaraan, padahal jarak 250 meter di jalan yang tidak sepenuhnya mulus. Ini menunjukkan kedekatan beliau dengan rakyat,” puji Keuchik Ikhsan.
Meunasah: Saksi Bisu Kebersamaan yang Mengharukan
Perjalanan 250 meter pun berakhir di Meunasah Gampong Lueng Bimba. Di sinilah puncak acara silaturahmi berlangsung. Keuchik Ikhsan dengan penuh hormat mempersilakan Dedy Tabrani masuk ke meunasah yang menjadi pusat kegiatan masyarakat setempat.
Di dalam meunasah, suasana haru semakin terasa. Razali Ar, famili dekat yang juga kelahiran Gampong Lueng Bimba, menguraikan silsilah keluarga dan biodata Dedy Tabrani di hadapan warga yang memadati ruangan. Sebagian besar warga yang hadir adalah keluarga dekat dari kakek dan nenek Dedy Tabrani.
“Momen ini sangat penting bagi kami. Kami baru menyadari bahwa ada anak kampung kami yang kini menjadi pemimpin di BNNP Aceh. Kami bangga dan berdoa semoga beliau selalu sukses,” ujar Keuchik Ikhsan.
Pesan Keuchik: Jangan Lupakan Kampung Halaman
Di akhir perbincangan, Keuchik Muhammad Ikhsan menyampaikan pesan haru untuk Dedy Tabrani dan semua putra daerah yang merantau.
“Kami di kampung ini selalu mendoakan anak-anak kami yang sukses di perantauan. Jangan pernah lupakan kampung halaman. Kapan pun pintu gampong ini selalu terbuka untuk pulang,” pesannya dengan suara bergetar.
Keuchik juga berharap kunjungan Dedy Tabrani dapat membawa berkah dan perhatian lebih bagi Gampong Lueng Bimba, terutama dalam upaya pemulihan pascabencana.
“Kami berharap Pak Dedy bisa menjadi jembatan bagi kami untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah provinsi dan pusat. Kondisi kami benar-benar memprihatinkan saat ini,” tambahnya.
Penutup: Jejak Kaki yang Bermakna
Perjalanan kaki 250 meter yang ditempuh Dedy Tabrani mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang. Namun, bagi warga Gampong Lueng Bimba, langkah-langkah kecil itu adalah simbol besar: seorang jenderal yang tidak melupakan asal-usulnya, seorang pemimpin yang mau turun ke bawah, dan seorang cucu yang kembali ke tanah leluhur dengan penuh kerendahan hati.
“250 meter berjalan kaki, namun maknanya sejuta langkah bagi kami,” tutup Keuchik Ikhsan dengan senyum haru.
Pewarta : CM Cek Mad

Tidak ada komentar