
MEUREUDU –Sikatkasus.com | Ketegangan menyelimuti Dusun Lampoh Kawat, Gampong Meue, Kecamatan Trienggadeng, pada Rabu (26/8/2026) malam. Kobaran api berwarna jingga tiba-tiba menerpa tanah wakaf Masjid Hasan-Husen, mengancam aset umat yang sangat berharga tersebut. Berkat respons super cepat dari gabungan personel Polres Pidie Jaya, Damkar, dan warga setempat, api yang nyaris meluas berhasil dijinakkan dalam tempo kurang dari dua jam.

Peristiwa nahas itu pertama kali diketahui sekitar pukul 22.00 WIB. Seorang warga yang melintas dikejutkan oleh kepulan asap tebal dan lidah api yang cukup besar menjulang dari tumpukan sampah plastik di kawasan lahan kosong tersebut. Tanpa menunda waktu, laporan darurat segera disampaikan ke Polsek Trienggadeng. Personel kepolisian yang tiba di lokasi dalam hitungan menit langsung melakukan asesmen cepat dan berkoordinasi intensif dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pidie Jaya untuk menyusun strategi pemadaman.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lapangan, api diduga kuat berasal dari ulah pembakaran sampah yang dilakukan pada rentang waktu sore hari, sekitar pukul 17.00 hingga 18.00 WIB. Diduga, bara api yang dianggap telah padam ternyata masih menyisakan percikan, lalu tersulut tiupan angin malam yang kencang sehingga merambat ke semak-semak kering dan ilalang di sekitar lahan wakaf.
Suasana gotong royong yang heroik segera terlihat. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyemprotkan air ke pusat api, sementara puluhan personel gabungan dari Polres Pidie Jaya dan Polsek Trienggadeng bahu-membahu membasahi titik-titik panas yang masih tersisa. Tak ketinggalan, warga sekitar rela mengorbankan waktu istirahat malam mereka dengan membawa peralatan seadanya untuk membantu memadamkan api, demi menyelamatkan tanah yang diperuntukkan bagi kemakmuran Masjid Hasan-Husen.

Perjuangan berat itu akhirnya membuahkan hasil. Setelah sempat berhadapan dengan kepulan asap yang menyengat, api berhasil dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 23.50 WIB. Kabar baiknya, meskipun lahan wakaf ikut terpapar kobaran api, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Selain itu, kerugian material juga dilaporkan nihil karena api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke bangunan permanen atau fasilitas umum di sekitarnya. Pasca pemadaman, situasi di lokasi langsung terkendali dan kembali kondusif.
Menyikapi kejadian yang hampir menjadi petaka ini, Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat. “Kami mengingatkan agar tidak ada lagi aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan, terutama di sekitar lahan kering, pepohonan, atau kawasan permukiman. Satu percikan kecil bisa berakibat besar,” ujarnya.
Kapolres juga meminta agar warga meningkatkan kewaspadaan kolektif. “Jika melihat adanya titik api, sekecil apa pun, segera laporkan ke pihak kepolisian atau petugas pemadam terdekat. Penanganan yang cepat adalah kunci agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi kita semua,” pungkasnya.
Pewarta : CM Cek Mad

Tidak ada komentar