x

HARU BANGET! Kepala BNNP Aceh Pulang ke Kampung Halaman Kakek di Pidie Jaya

waktu baca 5 menit
Rabu, 19 Agu 2026 09:10 361 Muhammad Pijay

 

PIDIE JAYA — Sikatkasus.com | Di sela-sela kunjungan kerja resminya ke Kabupaten Pidie Jaya, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si, menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman orang tuanya. Momen yang penuh haru itu terjadi di Gampong Lueng Bimba, Kemukiman Kuta Simpang, Kecamatan Meurah Dua, Selasa (18/8/2026).

Bagi Dedy Tabrani, kunjungan ini bukan sekadar tugas, melainkan perjalanan batin yang telah lama ia nantikan. Ini adalah kali pertama sang jenderal bintang satu menginjakan kaki di desa kelahiran kakek dan neneknya setelah lama di waktu kecil — sebuah momen yang ia sebut sebagai “pulang kampung” yang sesungguhnya.

Sambutan Masyarakat: Tangis Haru dan Dekapan Hangat

Rombongan yang terdiri dari sejumlah personel BNNP Aceh, BNNK Pidie Jaya, serta para Muspika Kecamatan Meurah Dua disambut meriah oleh masyarakat Gampong Lueng Bimba. Sebagian besar dari mereka adalah keluarga dekat dari kakek dan nenek sang jenderal.

Suasana haru langsung terasa ketika Dedy Tabrani turun dari kendaraan. Ibu-ibu tua yang mengenalnya sebagai “cucu kakek” dari cerita turun-temurun langsung menghampiri dengan dekap hangat dan tangis bahagia. Beberapa di antaranya bahkan tak kuasa menahan haru menyaksikan anak kampung yang kini berpangkat jenderal kembali ke tanah leluhur.

“Nyang baik (Yang baik), kami semua selama ini hanya mendengar cerita dari orang tua. Sekarang baru bisa bertemu langsung,” ujar seorang warga lanjut usia sambil menyeka air mata.

Sentuhan Kasih: Bantuan untuk SDN 5 Meurah Dua

Sebelum memasuki acara seremonial, rombongan BNNP Aceh menyempatkan diri menyerahkan bantuan sosial untuk SDN 5 Meurah Dua yang terletak di Gampong Lueng Bimba. Bantuan berupa perlengkapan sekolah dan paket pendidikan ini diserahkan langsung oleh Dedy Tabrani kepada Kepala Sekolah di hadapan para guru dan murid yang terlihat antusias.

Kepala SDN 5 Meurah Dua mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi siswa-siswi di daerah yang masih dalam masa pemulihan pascabencana.

Silaturahmi di Meunasah: Mengurai Jejak Sejarah Keluarga

Puncak acara “pulang kampung” berlangsung di Meunasah Gampong Lueng Bimba. Dalam suasana yang akrab dan penuh kehangatan, Razali Ar—seorang famili dekat yang juga kelahiran Gampong Lueng Bimba—menguraikan dengan rinci silsilah dan biodata Dedy Tabrani di hadapan warga yang memadati meunasah.

Cerita demi cerita tentang masa lalu kakek dan nenek Dedy dibeberkan dengan penuh cinta, membuat sang jenderal beberapa kali terlihat terisak haru. Momen ini menjadi sangat istimewa karena banyak warga yang baru mengetahui detail hubungan kekerabatan mereka dengan Dedy Tabrani.

“Ini adalah momen penting bagi kita semua. Kita baru tahu bahwa ada anak kampung kita yang kini menjadi pemimpin di BNNP Aceh,” ujar Razali Ar dengan suara bergetar.

Keuchik: Pasca Banjir, Mata Pencaharian Lumpuh Total

Dalam sambutannya, Keuchik Gampong Lueng Bimba Ikhsan menguraikan kondisi terkini desa mereka yang masih terpuruk akibat bencana banjir bandang beberapa waktu lalu. Dengan suara lirih, ia menceritakan bagaimana warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan kini kehilangan mata pencaharian.

“Sawah kami terendam, tambak-tambak rusak. Saat ini seluruh warga masih berjuang memulihkan kondisi. Kami sangat berharap uluran tangan dari semua pihak,” ungkap Keuchik.

Ia juga berharap kedatangan Dedy Tabrani yang merupakan “anak kampung” bisa membawa berkah dan perhatian lebih bagi Gampong Lueng Bimba yang sedang terpuruk.

Haru dan Permohonan Maaf Dedy Tabrani

Dedy Tabrani yang tampak tak kuasa menahan haru, berdiri di hadapan warga dengan mata berkaca-kaca. Dalam sambutannya, ia memohon maaf karena baru kali ini bisa pulang ke kampung halaman kakeknya.

“Saya ingin memohon maaf kepada semua keluarga dan warga sekalian. Seharusnya saya sudah lama datang ke sini, tapi karena tugas dan tanggung jawab, baru sekarang saya bisa sampai ke tanah kelahiran kakek saya,” tuturnya dengan suara bergetar.

Dedy mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat yang luar biasa dari masyarakat Gampong Lueng Bimba. Ia berjanji akan terus menjaga hubungan silaturahmi dengan kampung halaman leluhurnya.

“Kehadiran saya di sini bukan hanya sebagai Kepala BNNP, tapi sebagai cucu dari tanah ini. Saya akan selalu mengingat doa dan dukungan dari keluarga besar di sini,” tambahnya.

Makan Bersama dan Salat Dhuhur: Kebersamaan yang Sederhana

Setelah rangkaian acara seremonial, suasana berubah menjadi lebih santai. Dedy Tabrani dan rombongan duduk bersama warga menikmati hidangan yang telah disiapkan. Tawa dan canda mewarnai acara makan bersama yang sederhana namun penuh makna ini.

Kebersamaan semakin terasa ketika Dedy memimpin salat Dhuhur berjamaah di Meunasah bersama warga.

Pamit Menuju Lhoksumawe

Setelah salat Dhuhur, Dedy Tabrani beserta rombongan pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju Lhoksumawe.
Beberapa warga terlihat foto bersama Dedy, berharap kedatangannya bukan yang terakhir. Dedy Tabrani pun berjanji akan kembali ke kampung halamannya di Gampong Lueng Bimba di lain kesempatan.

“Insya Allah saya akan sering pulang, ini sudah menjadi kampung saya. Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Doakan saya selalu,” ujarnya sebelum melangkah ke kendaraan.

Kunjungan singkat namun sarat makna ini menjadi bukti bahwa apa pun jabatan dan pangkat seseorang, rindu akan kampung halaman dan keluarga akan selalu menjadi panglima terbesar. Bagi masyarakat Gampong Lueng Bimba, kedatangan Dedy Tabrani bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan momen bersejarah yang akan selalu dikenang—sebuah perjalanan pulang yang mengukir kenangan di hati semua yang menyaksikannya.

Pewarta : CM Cek Mad

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x