x

Kapolres Pidie Jaya ke Dayah Anwarul Munawwarah: “Tempat Belajar Bukan Tempat Takut, Stop Bullying!”

waktu baca 3 menit
Senin, 24 Agu 2026 07:42 236 Muhammad Pijay

MEUREUDU – Sikatkasus.com | Sore itu, halaman Pesantren Anwarul Munawwarah di Gampong Meuko Baroh, Kecamatan Bandar Dua, terasa lebih hidup dari biasanya. Puluhan santri dengan kemeja putih dan sarung tampak duduk melingkar, menyimak dengan seksama arahan dari orang nomor satu di jajaran kepolisian Pidie Jaya. Suasana kekeluargaan menyelimuti saat Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan Pimpinan Pesantren, Abati Tarmizi Judon, beserta seluruh dewan guru dan santri, Senin (24/8/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan sebuah misi moral untuk menjadikan lingkungan pesantren sebagai benteng perlindungan bagi generasi muda. Di hadapan para santri, Kapolres secara tegas mengangkat isu yang kerap dianggap sepele namun dampaknya sangat destruktif, yaitu bullying atau perundungan. Ia mengajak seluruh elemen di pesantren untuk bersatu padu memberantas budaya mengejek, mengucilkan, atau melakukan kekerasan di antara sesama santri.

“Tolong ingat, candaan yang berlebihan itu bisa meninggalkan luka yang tidak kasat mata. Seorang anak yang sering diejek bisa kehilangan rasa percaya diri, malas masuk dayah, bahkan trauma berkepanjangan. Mari kita buat sekolah kita, dayah kita, gampong kita menjadi Zona Aman. Tempat kita belajar, bukan tempat kita takut. Tempat kita tertawa bersama, bukan tertawa karena mengejek teman sendiri,” ujar AKBP Tendri Wardi dengan nada penuh penekanan yang langsung disambut anggukan setuju dari para guru dan santri.

Silaturahmi yang berlangsung mulai pukul 10.45 WIB hingga 12.20 WIB ini juga menjadi ajang penguatan sinergi antara ulama dan umara. Kapolres menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir untuk menegakkan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung dan pengayom di lingkungan pendidikan agama. Kehadiran beliau didampingi oleh jajaran pejabat utama Polres Pidie Jaya, di antaranya Kabag Ops Kompol Chairil Anshar, S.Sos., S.H., M.H., Kasat Intelkam AKP Rusdiona, S.Sos., M.Si., serta Kasat Lantas AKP Endang Sulastri, S.H.. Tak ketinggalan, Kapolsek Bandar Dua Iptu Taufikkurrahman, S.H., dan Tokoh Agama setempat Abati Marzuki juga turut hadir mendampingi pesantren dalam kegiatan positif ini.

Selama sesi dialog berlangsung, para santri terlihat antusias menyimak berbagai edukasi tentang pencegahan perundungan. Bahkan, beberapa di antaranya tampak aktif bertanya mengenai cara melapor jika menemukan tindakan bullying di lingkungan mereka. Kapolres pun merespons dengan ramah, mengingatkan bahwa pintu Polres selalu terbuka bagi siapa pun yang membutuhkan perlindungan.

Kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan penuh kehangatan ini diharapkan menjadi titik awal terciptanya ekosistem pendidikan Islam yang lebih humanis dan bebas dari kekerasan. Dengan kolaborasi antara polisi, ulama, dan tenaga pendidik, cita-cita “Dayah Zona Aman” bukan lagi sekadar wacana, melainkan komitmen bersama untuk masa depan santri yang lebih cerah.

Pewarta: CM Cek Mad

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x