
BANDA ACEH – Sikatkasus.com | Suasana hening di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh sore itu mendadak terasa lebih hangat. Langkah kaki Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Pidie, Herman Hartono Ginting, SH, menggema pelan di lorong rumah sakit. Ia datang bukan sebagai tamu biasa, melainkan sebagai saudara yang membawa misi kemanusiaan: menjenguk Ketua Pengurus Wilayah (PW) IWO Aceh, Bung Chairan Manggeng, yang sedang terbaring lemah karena sakit.

Momen tersebut menjadi bukti nyata bahwa tali persaudaraan di antara insan pers tidak hanya terikat oleh tugas jurnalistik, tetapi juga oleh kepedulian mendalam sesama manusia. Kunjungan Herman Hartono Ginting ini merupakan bentuk solidaritas moril dari keluarga besar IWO Kabupaten Pidie, yang ingin memastikan bahwa pemimpin mereka di tingkat provinsi tidak berjuang sendirian menghadapi masa pemulihan.
Perbincangan Hangat di Balik Ruang Perawatan
Meskipun hanya berlangsung singkat, suasana dalam ruangan terasa penuh makna. Dengan sabar, Herman duduk di sisi tempat tidur, mendengarkan secuil cerita perjuangan Bung Chairan selama menjalani perawatan. Tak lupa, ia juga menyampaikan salam dan kabar terkini dari seluruh jajaran pengurus serta anggota IWO di Pidie yang selalu mendoakan dari jauh.

Dalam obrolan yang cair, Herman menekankan bahwa kunjungan ini adalah langkah kecil untuk mengingatkan bahwa di balik profesi sebagai pengawal demokrasi, mereka tetaplah saudara yang wajib saling menguatkan.
“Kami dari keluarga besar IWO Pidie tidak bisa hadir dengan membawa obat, tapi kami hadir membawa doa dan semangat. Semoga Bung Chairan segera diberikan kesembuhan, kesehatan, dan kekuatan untuk kembali beraktivitas seperti sedia kala. Posisi beliau sebagai pemimpin sangat dinanti oleh kami semua,” ujar Herman dengan nada penuh haru.
Solidaritas Adalah Nadi Persaudaraan
Kunjungan tersebut tidak hanya sekadar basa-basi, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah dinamika organisasi. Herman berharap momentum ini dapat menjadi teladan bagi seluruh anggota IWO di Aceh untuk selalu peka terhadap kondisi rekan-rekan lainnya, terutama yang sedang dalam masa sulit.
Sebelum berpamitan, Herman kembali menggenggam tangan Bung Chairan dan memanjatkan doa khusyuk. “Kami titipkan doa yang terbaik. Semoga Allah SWT mengangkat segala sakitnya, menggantinya dengan kesehatan, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang mendampingi. Amin,” tutup Herman.
Kegiatan silaturahmi penuh kepedulian ini berakhir dengan salam hangat dan semangat baru yang tertinggal di ruang perawatan. Meski raga mungkin terbatas, dukungan dari sesama insan pers membuktikan bahwa solidaritas IWO Aceh tetap kokoh berdiri.
Pewarta : CM Cek Mad

Tidak ada komentar